BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS �

Kamis, 14 Januari 2010

Pengertian / Definisi ROUTER Dedicated Or PC Router Dan Informasi Penjelasan - Ilmu Pengetahuan Komputer

ROUTER adalah suatu alat pada dunia komputer yang berguna untuk membelokkan data dari suatu sistem jaringan ke sistem yang lain. Logikanya sebuah sistem jaringan tidak dapat berpindah ke sistem yang lain. Exp Sis A. Menggunakan IP 192.168.1.1 dan Sis B. Menggunakan IP 192.168.2.1 Maka Kompi yang menggunakan Sis A tidak dapat melakukan komunikasi dengan Sis B tanpa Router.

Prinsip Kerja router sangat mudah yakni membelokkan data dari satu Sis ke Sis yang lain. Untuk konfigurasi Router dengan menggunakan PC ( OS WIN Xp ) sangatlah Mudah :

1. Pastikan Kompi anda memiliki minimal 2 buah LAN Card ( Apabila anda hanya menggunakan 2 Sis )

2. Berikan konfigurasi jaringan sesuai Sis yang anda gunakan pada setiap LAN Card. ( Pastikan tiap lan menggunakan Sis yang berbeda )

3. Ping atau test koneksi ke tiap Sis, dari router. pastikan Semua koneksi dalam keadaan Baik

4. Share Lan card Anda dengan cara :
- Klik kanan pada Lan Card Kemudian pada Tab Advance Pastikan ada pilihan use another network to bla bla bla dst.
- Setelah itu coba lakukan ping dari komputer lain ( Antar client yang berbeda Sis ), Pastikan Jawaban Replay

5. Selamat Mencoba :)

NB. Hal ini bagus di gunakan apabila kantor anda memiliki IP yaang tidak memadai sehingga orang tetap dapat berinteraksi dengan sis anda. Usahakan agar sis ini di bagi dalam beberapa kelas sesuai dengan Posisi komputer sehingga Stabilitas jaringan anda lebih terjamin dan lebih mudah untuk mencari masalah ( Troubel)

Static Router

Pada suatu jaringan bisnis berskala besar atau enterprise yang terdiri dari banyak lokasi yang tersebar secara remote, maka komunikasi antar site dengan management routing protocol yang bagus adalah suatu keharusan. Baik static route ataupun dynamic routing haruslah di design sedemikian rupa agar sangat efficient.

Suatu static route adalah suatu mekanisme routing yang tergantung dengan routing table dengan konfigurasi manual. Disisi lain dynamic routing adalah suatu mekanisme routing dimana pertukaran routing table antar router yang ada pada jaringan dilakukan secara dynamic. Lihat juga artikel memahami IP routing protocols.

Dalam skala jaringan yang kecil yang mungkin terdiri dari dua atau tiga router saja, pemakaian static route lebih umum dipakai. Static router (yang menggunakan solusi static route) haruslah di configure secara manual dan dimaintain secara terpisah karena tidak melakukan pertukaran informasi routing table secara dinamis dengan router-router lainnya. Lihat juga artikel tentang memahami hardware router.

Suatu static route akan berfungsi sempurna jika routing table berisi suatu route untuk setiap jaringan didalam internetwork yang mana dikonfigure secara manual oleh administrator jaringan. Setiap host pada jaringan harus dikonfigure untuk mengarah kepada default route atau default gateway agar cocok dengan IP address dari interface local router, dimana router memeriksa routing table dan menentukan route yang mana digunakan untuk meneruskan paket. Lihat juga DNS forwarding untuk memahami default gateway.

Konsep dasar dari routing adalah bahwa router meneruskan IP paket berdasarkan pada IP address tujuan yang ada dalam header IP paket. Dia mencocokkan IP address tujuan dengan routing table dengan harapan menemukan kecocokan entry – suatu entry yang menyatakan kepada router kemana paket selanjutnya harus diteruskan. Jika tidak ada kecocokan entry yang ada dalam routing table, dan tidak ada default route, maka router tersebut akan membuang paket tersebut. Untuk itu adalah sangat penting untuk mempunyai isian routing table yang tepat dan benar.

Static route terdiri dari command-command konfigurasi sendiri-sendiri untuk setiap route kepada router. sebuah router hanya akan meneruskan paket hanya kepada subnet-subnet yang ada pada routing table. Sebuah router selalu mengetahui route yang bersentuhan langsung kepada nya – keluar interface dari router yang mempunyai status “up and up” pada line interface dan protocolnya. Dengan menambahkan static route, sebuah router dapat diberitahukan kemana harus meneruskan paket-paket kepada subnet-subnet yang tidak bersentuhan langsung kepadanya.

Gambar berikut adalah contoh diagram agar memudahkan kita memahami bagaimana kita harus memberikan konfigurasi static route kepada router. Pada contoh berikut ini dua buah ping dilakukan untuk melakukan test connectivity IP dari Sydney router kepada router Perth.

Digram router static route

Router Sydney melakukan beberapa EXEC command dengan hanya kepada router-router yang terhubung langsung kepadanya.

Sydney#show ip route

Codes: C – connected, S – static, I – IGRP, R – RIP, M – mobile, B – BGP

D – EIGRP, EX – EIGRP external, O – OSPF, IA – OSPF inter area

N1 – OSPF NSSA external type 1, N2 – OSPF NSSA external type 2

E1 – OSPF external type 1, E2 – OSPF external type 2, E – EGP

i – IS-IS, L1 – IS-IS level-1, L2 – IS-IS level-2, ia – IS-IS inter area

* – candidate default, U – per-user static route, o – ODR

P – periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

10.0.0.0/24 is subnetted, 3 subnets

C 10.20.1.0 is directly connected, Ethernet0

C 10.20.130.0 is directly connected, Serial1

C 10.20.128.0 is directly connected, Serial0

Sydney#ping 10.20.128.252

Type escape sequence to abort.

Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.20.128.252, timeout is 2 seconds:

!!!!!

Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 4/4/8 ms

Sydney#ping 10.20.2.252

Type escape sequence to abort.

Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.20.2.252, timeout is 2 seconds:

…..

Success rate is 0 percent (0/5)

Command ping mengirim paket pertama dan menunggu response. Jika diterima adanya respon, maka command menampilkan suatu karakter “!”. Jika tidak ada response diterima selama default time-out 2 seconds, maka command ping menampilkan response suatu karakter “.”. secara default router Cisco dengan command ping menampilkan 5 paket.

Pada contoh diagram diatas, command ping 10.20.128.252 adalah jalan bagus, akan tetapi untuk command ping 10.20.2.252 justru tidak jalan. Command ping pertama berjalan OK karena router Sydney mempunyai suatu route kepada subnet dimana 10.20.128.252 berada (pada subnet 10.20.128.0). akan tetapi, command ping 10.20.2.252 tidak jalan karena subnet dimana 10.20.2.252 berada (subnet 10.20.2.0) tidak terhubung langsung kepada router Sydney, jadi router Sydney tidak mempunyai suatu route pada subnet tersebut.

Untuk mengatasi masalah ini, maka perlu di-enabled pada ketiga router dengan routing protocols. Untuk konfigurasi sederhana seperti contoh diagram diatas, penggunaan route static adalah suatu solusi yang memadai.

Maka untuk router Sydney harus diberikan konfigurasi static route seperti berikut ini:

Ip route 10.20.2.0 255.255.255.9 10.20.128.252 Ip route 10.20.3.0 255.255.255.0 10.20.130.253

Pada command ip route haruslah diberikan nomor subnet dan juga IP address hop (router) berikutnya. Satu command ip route mendefinisikan suatu route kepada subnet 10.20.2.0 (mask 255.255.255.0), dimana berlokasi jauh di router Perth, sehingga IP address pada hop berikutnya pada router Sydney adalah 10.20.128.252, yang merupakan IP address serial0 dari router Perth. Serupa dengannya, suatu route kepada 10.20.3.0 yang merupakan subnet pada router Darwin, mengarah pada serial0 pada router Darwin yaitu 10.20.130.253. Ingat bahwa IP address pada hop berikutnya adalah IP address pada subnet yang terhubung langsung – dimana tujuannya adalah mengirim paket pada router berikutnya. Sekarang router Sydney sudah bisa meneruskan paket kepada kedua subnet di luar router tersebut (yang tidak bersentuhan pada router Sydney).

Anda bisa melakukan konfigurasi static route dengan dua cara yang berbeda. Dengan serial link point-to-point, anda juga bisa melakukan konfigurasi kepada interface outgoing ketimbang pada IP address router pada hop berikutnya. Misalkan anda bisa mengganti ip route diatas dengan command yang sama yaitu ip route 10.20.2.0 255.255.255.0 serial0 pada router pertama pada contoh diatas.

Kita sudah memberikan konfigurasi pada router Sydney dengan menambahkan static route, sayangnya hal ini juga belum menyelesaikan masalah. Konfigurasi static route pada router Sydney hanya membantu router tersebut agar bisa meneruskan paket pada subnet berikutnya, akan tetapi kedua router lainnya tidak mempunyai informasi routing untuk mengirim paket balik kepada router Sydney.

Misalkan saja, sebuah PC Jhonny tidak dapat melakukan ping ke PC Robert pada jaringan ini. Masalahnya adalah walaupun router Sydney mempunyai route ke subnet 10.20.2.0 dimana Robert berada, akan tetapi router Perth tidak mempunyai route kepada 10.20.1.0 dimana Jhonny berada. Permintaan ping berjalan dari PC Jhonny kepada Robert dengan baik, akan tetapi PC Robert tidak bisa merespon balik oleh router Perth kepada router Sydney ke Jhonny, sehingga dikatakan respon ping gagal.

Keuntungan static route:

  • Static route lebih aman disbanding dynamic route
  • Static route kebal dari segala usaha hacker untuk men-spoof paket dynamic routing protocols dengan maksud melakukan configure router untuk tujuan membajak traffic.

Kerugian:

  • Administrasinya adalah cukup rumit disbanding dynamic routing khususnya jika terdiri dari banyak router yang perlu dikonfigure secara manual.
  • Rentan terhadap kesalahan saat entry data static route dengan cara manual.

Jumat, 08 Januari 2010

Tips Cara Menginstal Linux dengan USB

Kabar Gembira bagi pecinta Linux atau yang lagi kerja online dan cari duit di internet dengan menggunakan sistem operasi Linux. bahwa Selain Windows, sistem operasi Linux juga bisa dijalankan dari sebuah USB (flash disk). Hanya dalam 5 menit, Anda dapat menginstal Linux dari USB.

Anda bisa menggunakan tools bernama UNetbootin. Untuk bisa menginstal Linux dari flash disk, Anda wajib memiliki flash disk berkapasitas meinimal 1GB.

Selain USB, pastikan Anda telah menentukan distribusi Linux yang diinginkan, yaitu: Arch linux, BackTrack, CentOS, CloneZilla, Damn Small Linux, Debian, Dream Linux, Elive, FaunOS, Fedora, Frugalware, Gentoo, Gujin, Kubuntu, Linux Mint, Mandriva, netBSD, NTPasswr, openSUSE, Ophcrack, Parted Magic, PClinuxOS, Puppy Linux, Slax, SliTaZ, Smart Boot Manager, Super Grub Disk, Ubuntu, Xubunu, Zenwalk.

Sebagai contoh, instalasi kali ini menggunakan distro Linux BackTrack 3 dan Ubuntu 8.04.1 LTS, dengan USB Kingstone DataTraveler 2.0 1GB. Berikut langkah-langkah instalasinya, seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Jumat (12/9/2008):

1. Download UNetbootin, simpan pada desktop.

2. Klik kanan UNetbootin pada desktop, lalu pilih Properties.

3. Klik tab Permissions, beri tanda centang (v) pada kotak ‘Allow executing file as program’, lalu klik tombol Close.

4. Tancapkan terlebih dulu USB ke port komputer. Ini sangat penting karena Anda tidak akan bisa menggunakan USB jika menancapkannya setelah Anda membuka aplikasi UNetbootin.

5. Selanjutnya, klik dua kali file exe UNetbootin yang sudah di-download tadi, lalu ketikkan password hingga aplikasi UNetbootin terbuka.

6. Pilih distribusi dan versi Linux yang Anda inginkan, lalu pilih tipe instalasi dan klik Ok untuk memulai instalasi.

Selesai! Reboot komputer Anda dan booting-lah dari USB. Kini Anda dapat menggunakan sistem operasi Linux portabel Anda.

Menginstall Windows 7 Beta

Windows 7Sebagian dari Anda mungkin sudah mendownload Windows 7 Beta bahkan mungkin sudah mencobanya. Bagi yang belum dan memang ingin mencobanya dan belum mendownload, Microsoft telah mengumumkan bahwa akses registrasi untuk mendapatkan product key dan download Windows 7 Beta diperpanjang dari yang sebelumnya 24 Januari 2009 menjadi 10 Februauri 2009. Untuk proses aktivasi untuk product key yang telah diperoleh masih dapat dilakukan setelah tanggal tersebut.

Misalnya nanti akses registrasi untuk mendapatkan product key telah habis waktunya, bisa dicoba menggunakan Windows 7 Beta Product Key yang berdasarkan pengalaman registrasi saya ternyata hanya menyediakan beberapa kode yang sama dan masing-masing dapat digunakan berulang-ulang.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan download dan mencoba menginstall adalah spesifikasi komputer minimum yang direkomendasikan agar nantinya Windows 7 Beta dapat berjalan. Berdasarkan informasi di situs Windows 7, spesifikasi minimum yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:

  • 1 GHz 32-bit or 64-bit processor

  • 1 GB of system memory

  • 16 GB of available disk space

  • Support for DirectX 9 graphics with 128 MB memory (to enable the Aero theme)

  • DVD-R/W Drive

  • Internet access (to download the Beta and get updates)

Penting juga diperhatikan selain spesifikasi tersebut adalah ketersediaan driver untuk hardware yang digunakan. Pada beberapa berita mungkin dituliskan jika Windows 7 beta sudah mendukung banyak driver hardware, dan bisa jadi memang begitu, tetapi bukan berarti untuk semua hardware. Untuk hardware-hardware tertentu ada kemungkinan tetap tidak dapat diinstall dengan driver yang sesuai baik melalui akses update driver online Windows maupun pada vendor hardware tersebut. Misalnya ketika saya menginstall pada notebook lama Compaq V2014, driver untuk video, audio, dan wifi, tidak ditemukan. Yang mungkin dapat dijadikan patokan, jika misalnya suatu hardware sudah didukung driver untuk Windows Vista, kemungkinan besar sudah pula tersedia driver untuk Windows 7 Beta.

Mengenai kapasitas hardisk, besar ruang 16 GB tersebut sudah termasuk besar kapasitas untuk menginstall software-software yang sekiranya diperlukan, dan untuk murni kapasitas yang dikonsumsi setelah hasil install Windows 7 Beta adalah sekitar 10 GB. Selain memperhatikan ruang hardisk yang diperlukan untuk lokasi install Windows 7 Beta, perlu pula diketahaui bahwa Windows 7 Beta memerlukan ruang pada partisi sistem (partisi yang mengandung boot sector) setidaknya sebesar 200 MB sebagai lokasi boot loader dan program recovery. Partisi sistem ini mungkin akan sama dengan partisi boot (partisi di mana file-file sistem operasi diletakkan), tetapi bisa jadi berbeda seperti yang berlaku pada komputer yang saya gunakan seperti gambar berikut:

Image149

Di sini besar partisi sistem hanya sebesar 7 MB, dan ketika memilih partisi lain yang akan dijadikan lokasi instalasi Windows 7 Beta, maka akan medapatkan “Setup unable to use the existing system partition because it does not contain the required free space.” Untuk mengatasinya maka partisi sistem harus diperbesar menggunakan bantuan software partition manager seperti GParted atau Easeus. Berdasarkan pengalaman, beberapa kali mencoba memperbesar partisi sistem dengan Gparted berakhir dengan error, namun berlangsung lancar ketika menggunakan Easeus Partition Manager.

Ketika segala sesuatunya telah siap termasuk juga mempertimbangkan bahwa Windows 7 Beta bukanlah produk jadi, maka proses instalasi dapat dilakukan melalui DVD hasil burning file .iso yang didownload dan mengatur komputer untuk booting melalui DVD tersebut.

Foto-foto tampilan layar berikut menggambarkan proses instalasi yang pernah saya lakukan untuk menjadikan komputer dual booting antara Windows Vista dengan Windows 7 Beta.

Image162

Layar pertama yang muncul setelah proses booting dengan DVD Windows 7 Beta.

Image163

Mengklik “Insall Now” kecuali ingin membaca apa yang perlu diketahui sebelum menginstall. Dokumen yang ditampilkan masih berisi materi untuk Windows Vista.

Image165

Layar persetujuan lisensi Microsoft Pre-release Software.

Image166

Memilih tipe instalasi, apakah untuk mengupgrade (yang dapat dilakukan dari Windows Vista SP1) atau tipe Custom. Pilihan Custom (advanced) inilah yang saya pilih karena akan melakukan instalasi baru Windows 7 Beta pada partisi yang akan saya tentukan sendiri.

Image167

Memilih partisi yang akan digunakan yang saya sediakan sebesar 20 GB. Sebelumnya partisi ini belum diformat (unallocated space) dan saya mencoba menggunakan fasilitas format yang disediakan dengan mengklik Drive options. Di sini dapat dilihat pula besar partisi sistem masih tersisa 706 MB, jadi sudah cukup memenuhi syarat 200 MB yang diperlukan oleh Windows 7 Beta.

Image170

Tampilan ketika proses intalasi berlangsung. Selanjutnya tinggal menunggu sampai selesai. Pada tahap ini komputer akan melakukan restart (berdasarkan hitungan saya sebanyak dua kali) dan melanjutkan proses install sampai selesai.

Image171

Salah satu tampilan ketika proses intalasi setelah restart dan hampir selesai.

Image172

Tampilan boot manager untuk memilih apakah saya akan booting Windows 7 Beta atau Windows Vista. Secara default, hasil instalasi akan menjadikan komputer booting dengan Windows 7 jika tidak memilih dalam waktu 30 detik.

Mohon maaf jika foto yang ditampilkan berkualitas jelek karena menggunakan kamera telepon genggam. Jika tidak ada halangan pada posting berikutnya mungkin akan saya bagi hasil screenshot layar Windows 7 Beta.

CARA INSTAL WINRAR



1.Jika menggunakan Flashdisk, masukkan flashdisk ke port USB,

2.Kemudian buka aplikasi setup Winrar 4.65.exe

3.Muncul kotak dialog deskripsi tentang program ini, klik Accept untuk menyetujuinya

4.Pilih tempat tujuan file (Destination Folder) yang akan disimpan

5.Klik Install untuk menginstal

6.Tunggu proses instalasi sejenak

7.Muncul kotak dialog untuk memilih jenis file yang akan diterapkan dalam aplikasi Winrar, centang sesuai kebutuhan

8.Klik OK

9.Muncul kotak dialog yang bertuliskan winRAR has been successfully installed

10.Klik Done

11.Proses Instalasi aplikasi winRAR 4.65 telah selesai ,selamat mencoba...........

cara install Joomla.

1. Anda install paket apache Friends yaitu XAMPP yang di dapat di click here download

untuk paket windows, untuk pake Linux click here to download download
2. Kemudian apa bila anda sudah menginstall XAMPP,anda nyalahkan semua service nya baik
itu apache ftpzila,mysql .(untuk menginstall nya ikuti step-step nya)
3. Kemudian anda download file paket Joomla nya disini download
4. Setelah anda mendownload paket Joomla nya ada extract file paket nya tersebut ke suatu
folder,cth : Joomla, kemudian folder Joomla tersebut anda copy kan (untuk windows) ke
c:/program files/xampp/htdocs/
Untuk Linux anda buat folder baru cth: Joomla kemudian extract pekt joomla anda di
/var/www/Joomla (folder yang anda buat tadi),kemudian rubah file kepemilikan nya dengan cara :
root@linuxku:/home/aini# cd /var/www/
root@linuxku:/var/www# find /var/www/Joomla/ -type
d -exec chmod 755 {} \;
root@:/var/www# find /var/www/Joomla/ -type
f -exec chmod 644 {} \;
root@linuxku:/var/www# chown -R www-data:wwwdata
Joomla/
5. Kemudian anda buka browser anda baik itu mozilla atau IE,ketik
http://localhost:80/Joomla(sesuai folder yang anda buat tadi).Jangan lupa service apache
dan mysql nya di jalankan.
6. Maka akan tampil :
Tekan Tombol Next, maka tampil License dari Joomla:

Klik Tombol Next Lagi, maka akan tampil :

isi Hostname : localhost
isi My Sql User Name : root
password kosongkan
isi My SQL Database Name terserah anda mau buat apa, Kemudian klik tombol Next.
maka akan tampil sebagai berikut :

isikan nama situs yang ingin anda buat cth :situsku, kemudian klik tombol Next, maka akan tampil sebagai berikut :
isikan alamat email anda,dan ganti lah password nya,yang lain biarkan dalam keadaan default.
Kemudian klik tombol Next Kembali, maka akan tampil sebagai berikut :

Tanda ini berarti mengisyaratkan bahwa Joomla anda telah selesai di install,kemudian pada folder c:/program files/XAMPP/Htdocs/Joomla (folder yang anda buat) hapus, folder installation, kemudian anda buka lagi browser nya maka jalankan atau ketik http://localhost:80/Joomla, jika anda ingin meng customize situs anda maka anda tinggal pilih administrator :masukan user name :admin dan password yang telah anda isi tadi pada saat instalasi Joomla. Dan Jika anda ingin meng upload Joomla anda ke internet anda dapat menggunakan fantatisco atau ftp apa saja tergantung tempat hosting anda menyediakan nya apa. Jika anda ingin membuat situs gratis joomla anda dapat mengunjungi www.freehostia.com, utuk panduan installasi di freehostia dilain waktu aja ya,capek mau pulang dulu. Selamat mencoba dan berkarya

Langkah Menginstal Nero 6 :

1. Sebagi langkah awal, tutuplah semua jendela program yang sedang terbuka, supaya proses penginstalan berjalan cepat.
Kemudian masukkan CD installer Nero 6, maka dimonitor akan tampil
2. Maka di monitor akan tampil gambar Nero installation, pilih Nero 6
3. Tampilan selanjutnya di monitor akan tampil Nero installation wizard, artinya proses penginstalan sudah siap dimulai. Pilih Next untuk proses berikutnya.
4. Pada saat muncul gambar Licencense agreement (perjanjian lisensi) pada prinsipnya kita sebagai pengguna diminta mematuhi peraturan yang diberlakukan terhadap software yang akan kita instal. pilihlah I accept all term of the preceding License agreement, kemudian pilih Next
5. Tampilan selanjutnya, anda harus mengisi User Name, Company name, Informasi penting sekali diisi karena masih berkaitan erat dengan isi pesan pada kotak dialog sebelumnya, yaitu License agreement. kemudian pilih Next.
6. Proses instalasi telah selesai, anda pilih finish

Kamis, 07 Januari 2010

Langkah-Langkah Instalasi Windows Vista

Ilmu Konik Saputra - Saat ini, OS (Operating System) yang biasa diinstal dan digunakan adalah Windows XP atau Windows Vista dan yang terbaru lagi Windows Seven meskipun ada juga yang memakai Linux dan Macintosh. Dengan menginstal OS berarti memasukkan atau memberikan sistem operasi sebagai dasar mutlak agar dapat mengoperasikan komputer sesuai dengan fungsinya.

Cara penginstalan OS Microsoft Windows Vista terbilang cukup mudah jika dibandingkan dengan seri Windows 95, 98, Me dan Windows XP.Namun, jika ada diantara kamu masih ada yang bingung untuk langkah-langkah penginstalan OS Windows Vista/takut salah, berikut ini akan aku beri proses langkah mudahnya :
1. Siapkan CD sistem operasi Windows Vista Original beserta nomor serinya.

2. Persiapkan semua driver setiap komponen yang ada di dalam komputer, misalnya driver motherboard, kartu grafis, LAN card, sound card, dll.

3. Lakukan konfigurasi setting setup BIOS untuk mengubah sistem drive awal booting pada komputer dengan cara mengubah 1st Boot Drive menjadi CD Room yang terdapat pada menu BIOS Features Setup. Pastikan pilih menu save dan exit setup untuk menyimpan perubahan konfigurasi yang sudah dilakukan.

4. Masukkan CD Windows Vista ke CD-Rom. Restart komputer tsb.

Proses Penginstalan Windows Vista

Saat CD OS mulai bekerja, GUI Windows Vista akan tampil di layar saat windows mengenal dan menonfigurasikan semua hardware yang digunakan oleh komputer.

1. Windows akan berjalan secara otomatis sebagai hardisk yang kosong dan akan memuat file. Hal ini akan memakan waktu yang cukup lama.

2. Setelah itu akan memulai penginstalan windows vista.

3. Selanjutnya pemilihan bahasa. Pilih bahasa yang umum yaitu English.

3. Mengatur Time and currency format.

4. Pilih jenis keyboard anda,setelah itu klik NEXT.

5. Selanjutnya akan tampil layar Install now dan klik lalu Windows akan melakukan beberapa proses.

6. Input tipe kunci produk anda (strip akan ditambahkan secara otomatis), setelah itu klik Next.

7. Pada layar berikutnya akan muncul bacaan tentang lisensi, baca dan konfirmasi bahwa anda menerima lisensi tersebut. Beri tanda pada kotak “I accept the license terms”. kemudian klik Next.

8. Sekarang akan ditanyakan jenis instalasi yang ingin anda lakukan. Lalu Klik costum .

9. Selanjutnya Anda akan memilih lokasi yang dipasang. Pilih drive, kemudian klik "Pilihan Drive" untuk setup dan FORMAT drive. Atau Anda bisa klik "Next dan jendela akan menggunakan ruang max. Yang tersedia.

10. Pilih jumlah ukuran yang anda inginkan (ketik dikotak bag.size) setelah itu klik apply dan terakhir next.

11. selesai itu, klik format untuk memformat drive.

12. Anda akan menerima peringatan, klik OK untuk melanjutkan.

13. Setelah proses pemformatan selesai, klik next untuk melanjutkan.

14. Setelah itu proses penginstalan akan dimulai dan akan memakan waktu yang sangat lama.

15. Setelah semua proses selesai, windows akan merestart secara otomatis.

16. Komputer mulai Reboot.

17. Jika Anda mendapatkan pesan ini, maka anda telah meninggalkan sebuah floppy disk pada disket atau harddrive tidak di BIOS urutan boot dengan benar. Menghapus atau memperbaiki disk BIOS kemudian tekan "Setiap kunci" untuk melanjutkan. Lalu tunggu untuk membuka jendela baru.

18. Windows akan melakukan booting untuk pertama kalinya.

19. Windows akan terus menginstall sampai penginstalan komplit.

20. Windows akan melakukan reboot lagi sampai beberapa kali.

21. Bagian berikutnya adalah bagian set up windows, input nama anda beserta password. Setelah itu klik next.

22. Selanjutnya pengisian nama komputer anda beserta background desktop. Setelah selesai klik next.

24. Sekarang adalah pemilihan metode perlindungan windows anda. Pilih dan klik untuk melanjutkannya.

25. Selanjutnya Anda perlu memeriksa zona waktu sudah benar dan juga waktu dan tanggal. Waktu dan tanggal dari BIOS, tetapi "Zona Waktu" harus ditetapkan. Klik "Down arrow" di akhir kotak.

26. Pilih zona waktu yang anda inginkan setlah klik next.

27. Kini semua informasi yang diperlukan sudah terkumpul. Klik start untuk melanjutkan.

28. Sekarang windows akan memeriksa performa komputer anda dan akan memuatnya.

29. Selanjutnya layar login akan tampil, isi ID yang telah anda isi sebelumnya.

30. Windows sekarang menyiapkan dekstop anda.

31. Desktop telah siap digunakan, tetapi dibutuhkan beberapa waktu untuk memeriksa semua driver dan perangkat lunak lainnya.

32. Selesai